Tampilkan postingan dengan label Seutas Kata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seutas Kata. Tampilkan semua postingan

17 Jun 2015

[Poem] Datang Lagi

Akhirnya kau datang lagi
Hanya untuk beberapa puluh hari, ratusan hari kau rela menanti
Menawarkan beberapa kantong waktu, dan bebaskan aku memilih satu persatu
Aku tak rela jika kau sama dengan saudaramu yang lain
Yang menjauhkan aku dari yang terkasih
Karena dia yang tidak lagi peduli
Membuatku enggan mencaci
Dan Memilih diam sepi sendiri
Aku tak rela jika kau sama dengan saudaramu yang lain
Yang membiarkan lelapnya tidur pagiku
Memandikanku dengan kekecewaan
Atas dosa yang melekat di dinding kepalaku
pantas saja jika aku dibodohi oleh kebodohanku sendiri
Tolong biarkan subuhku sendu
Agar bisa layangkan semua keresahan
Munajatkan segala keinginan
Tolong Biarkan malamku syahdu
Larikan aku dari gemerlap keributan
Membuatku candu dengan ketekunan
Mei
akhirnya kau datang lagi
Dari tadi aku berkata, namun kau diam saja

2015
Continue Reading...

1 Jan 2015

Tahun Penuh Revisi



Merenunglah dikala hujan, nikmatilah ketika bersenang senang, bersyukurlah ketika berhadapan dengan masalah, menangislah ketika berdo’a, bersabarlah ketika merindu, bersedihlah ketika jatuh cinta, tersenyumlah ketika terluka, berlututlah ketika menyerah, melawanlah ketika tertindas, istirahatlah ketika lelah, berjuanglah ketika diberi jalan, carilah jalan ketika terjebak, berfikirlah sejenak ketika kebingungan.
Kehidupan dunia sangatlah singkat, akan lebih singkat jika raga enggan berbuat, jiwa dirundung ketakutan, hati dinaungi kegelisahan. Berlarilah hingga kaki tidak mampu lagi bergerak, hingga nafas tidak mampu lagi dihirup, hingga jalan tidak lagi nampak dipermukaan mata, hingga tujuan tak dapat lagi tersentuh oleh jemari. Walaupun singkat, tidak akan terasa singkat jika masih ada sedikit perjuangan didalamnya.
Untuk sekian kalinya Desember beralih kembali ke Januari, 12 bulan menghidar sekaligus membiarkan badan dari terjangan dosa, berbuat baik demi amalan baik, atau bahkan sekedar perhatian karena punya amalan baik. 12 bulan pula dirundung duka dan kegelisahan karena masalah yang datang silih berganti, serta kekecewaan karena keinginan yang belum tercapai, dan adapula yang dikaruniai kebahagiaan dari langit, sehingga tak mampu menahan ledakan senyum dan tawanya
Sedih, Senang, Kecewa, Tawa, Tangis, dan sebagainya adalah ekspresi dari seorang insan yang lemah akibat dari segala kejadian yang menimpa. Itulah kodrat, tidak ada yang salah dari itu semua. Yang salah apabila kita tidak mampu merasakan hal tersebut.
Segala kejadian dari tahun ke tahun akan mengakibatkan satu hal yang sangat penting dari kehidupan kita ; Belajar. Belajar sama halnya dengan Makan dan Minum, tidak bisa berhenti atau dihentikan. Entah sampai kapan, tidak akan ada akhirnya, tidak kan ada batas kecukupannya. Belajar adalah proses yang meningkatkan, baik menjadi lebih baik atau lebih buruk, semua ada peningkatan. Tidak ada yang stagnan ketika belajar. Pasti akan berkembang dari waktu ke waktu. Begitulah manusia.
Yang menjadi masalah adalah, akan kemanakah tujuan belajar ini ? menjadi baik atau buruk ? semua pasti sudah tahu pilihannya. Dalam suatu ruang dan waktu berkembang adalah suatu hal yang mutlak, cepat ataupun lambat. Dan semua sudah tahu pilihannya. Satu hal yang membuat kita menjadi lambat adalah kesalahan yang selalu kita lakukan secara berulang ulang, kita seakan akan lupa sehingga terus terusan diulang, membuat perjalanan kita tidak efisien dan berat atau disingkat memperlambat. Apa yang harus dilakukan untuk melakukannya ? satu hal ; intospeksi diri.
Introspeksi adalah proses pengamatan terhadap diri sendiri dan pengungkapan pemikiran dalam yang disadari, keinginan, dan sensasi.  Introspeksi mepunyai arti yang sama dengan refleksi diri. Kita harus merefleksikan diri, mencari kesalahan diri (tapi yang biasa terjadi adalah mencari kesalahan orang lain), mengumpulkannya dan dipelajari kembali.
Proses apa yang harus dilakukan selanjutnya ? adalah revisi atau memperbaharui atau memperbaiki hingga menjadi lebih baik. Lebih banyak kesalahan yang ketahuan, maka makin banyak revisi yang dilakukan, makin lebih baik proses belajar, makin baik diri kita.
12 bulan pastilah bukan waktu yang cepat, banyak kesalahan, dosa, dan khilaf. Instrospeksi dan Revisi adalah hal wajib yang harus dilakukan jika ingin menjadi lebih baik. Bukankah kita adalah orang yang sial jika kita tidak bisa menjadi lebih baik ? maka dari itu mari membuat 12 bulan selanjutnya adalah 12 bulan yang lebih baik dari 12 bulan yang sebelum sebelumnya.
Mari tetap berkarya dan banyak berdo’a, kita manusia lemah dan tidak berdaya tanpa kuasa-Nya. Pengetahuannya apa yang akan terjadi di masa depan kita dan apa yang telah terjadi jauh sebelum lahirnya kita.

Mari menjadi lebih baik…..

Muhammad Haniff Al-Basyar
1 Januari 2015
Continue Reading...

23 Des 2013

Mimpi Di Ujung Jalan

MIMPI DI UJUNG JALAN

Di poros Jalan ini
Aku bermimpi
Berteman sendu
Dan tak pernah malu

Di Poros Jalan ini
Hembusan angin membelai
Cahaya munusuk diantara daun
Kudekap jemarimu dengan santun

Continue Reading...

22 Des 2013

Risau

RISAU

Kumenoleh disetiap kesempatan
Berharap hadirmu di ujung jalan
Masih selalu tegak berdiri
Masih selalu menanti

Kubiarkan tegak tanpa tumpuan
Terus mengalir tanpa alasan
Walau endapkan lara
Walau endapkan resah
Continue Reading...

Followers

Follow The Author